Gold Chart

buy gold

Jumlah Pengunjung

widgets

Harga Emas 5 Tahunan



Berita seputar ekonomi dan emas
rekor baru PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 07 April 2011 15:06

selamat bagi anda yang membeli emas batangan di emasbatanganhk.com investasi anda semakin menjulang tinggi....sekali lagi selamat....Laughing bagi yang belum silahkan membeli perkiraan para ekonom emas di akhir tahun dapat menyentuh 500.000,00 per gram...

NEW YORk, KOMPAS.com — Rekor baru harga emas kembali ditoreh. Kecemasan akan krisis utang mendongkrak permintaan emas sebagai investasi alternatif.

Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange Selasa (5/4/2011) waktu setempat, kontrak harga emas untuk pengantaran Juni naik 19,50 dollar AS atau 1,4 persen menjadi 1.452,50 dollar AS per troy ounce. Ini merupakan harga penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Sedangkan kontrak harga emas untuk pengantaran terkini naik 1,6 persen ke rekor tertinggi di posisi 1.457,45 dollar AS.

 

Asal tahu saja, tingkat pembiayaan asuransi untuk utang Portugal melonjak ke rekor tertinggi sepanjang sejarah. Selain itu, konflik di Libya dan krisis nuklir Jepang juga menjadi beberapa sentimen yang meningkatkan permintaan emas. Jika dihitung, harga emas sudah melompat hingga 28 persen lipat dalam setahun terakhir.

"Masih ada guncangan di Timur Tengah, ketidakpastian di Jepang dan ada kemungkinan gagal bayar (default) utang Eropa. Tingginya permintaan emas dan perak dilakukan sebagai lindung nilai atas faktor-faktor tadi," papar Adam Klopfenstein, Senior Strategist Lind-Waldock.  (Barratut Taqiyyah/Kontan)

 
Permintaan Emas Batangan Naik Dua Kali Lipat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 17 March 2011 15:52

"Harga Bersinar Terang, Emas Kian Disayang" begitulah tajuk berita utama Mingguan Kontan yang terbit pada 14-20 Maret 2011. PT.Logam Mulia mencatat permintaan emas sejak awal tahun naik dua kali lipat dari biasanya. Hal tersebut terjadi seiring prediksi kenaikan harga kontrak emas hingga US$ 1.600 per ons troi.

Sebagai produsen utama emas batangan di dalam negeri, PT. Logam Mulia mencatat permintaan emas batangan yang signifikan oleh masyarakat. Menurut Manajer Pemasaran Logam Mulia, Martono, rata-rata permintaan emas batangan seberat 1 gram hingga 100 gram sepanjang tahun lalu sebanyak 31.000 keping [er-bulan. Namun kini selama periode Januari-Februari 2011, permintaan tersebut naik hingga 64.000 keping per-bulan.

Bisa dikatakan Anda tidak perlu khawatir dengan prospek emas tahun ini. Semua analis yang dihubungi KONTAN memiliki pandangan optimis mengenai proyeksi harga emas. Awal semester kedua harga emas mengukir rekor baru, yakni sebesar US$ 1.600 per ons troi (31,1 gram) padahal pada tanggal 2 Maret 2011 lalu, emas baru saja mengukir rekor baru di harga US$ 1.437,70 per ons troi. Artinya masih ada potensi kenaikan hingga 11, 29 %. Walaupun pada hari kamis kemarin harga emas dikoreksi ke level US$ 1.419,90 per ons troi.

Krisis utang Eropa juga memicu kenaikan harga emas. Senin pekan lalu (7/3) Moody's Investor Service memangkas peringkat utang Yunani, berselang tiga hari kemudian giliran utang Spanyol yang dipangkas. Menurut Analis Monex Investindo Future, Zulfirman Basir, selama Eropa masih dalam krisis ekonomi, investor akan terus memborong emas sebagai alat lindung nilai atau yang dikenal dengan sebutan hedging.

Singkatnya, tren harga emas sampai akhir tahun ini akan tetap menanjak (bullish).  Asalkan syaratnya bank sentral utama dunia tidak menaikan suku bunga secara signifikan untuk meredam laju inflasi. Ditambah lagi harga kontrak emas di pasar dunia diproyeksikan bisa mencapai US$ 1.600 per ons troi, dan di dalam negeri sendiri diproyeksikan berpotensi mengalami kenaikan harga sekitar 23,88% dari harga logam mulia yang sebesar Rp. 407.000 per gram. Melihat potensi kuntungan yang cukup besar tersebut, banyak pakar keuangan menyarankan berinventasi pada emas batangan.

Menurut Budi Triadi Pratama, perencana keuangan dari Akbar's Financial Check Up, sepanjang prospeknya cerah, Anda bisa memiliki sebagian investasi dalam wujud emas batangan meski dalam nominal kecil, kegunaannya pun bermacam-macam, baik untuk kepentingan jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu,  bagi investor yang berniat akan membeli emas harus bisa memperhitungkan target waktu memetik hasil investasi tersebut. Apabila tujuan Anda hanya ingin berinvestasi, sebaiknya hanya membeli emas batangan bukan perhiasan . Karena meskipun sama-samaberbahan baku emas, emas batangan memiliki nilai kemurnian lebih tinggi. Harga jualnya pun akan mengikuti harga jual internasional. Sementara harga emas perhiasan akan dikurangi dengan ongkos pembuatan dan terkadang tidak terlalu murni.

Sumber: Mingguan Bisnis & Investasi KONTAN edisi 14-20 Maret 2011

Last Updated on Thursday, 17 March 2011 17:03
 
berita emas PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 19 February 2011 23:37

SEATTLE, KOMPAS.com — Kontrak harga emas melonjak ke level tertinggi dalam satu bulan. Kenaikan indeks harga konsumen yang melampaui prediksi meningkatkan permintaan investor atas emas sebagai lindung nilai inflasi.

"Harga emas sepertinya masih memiliki tren naik karena outlook inflasi yang kian memburuk," ujar James Turk, pendiri GoldMoney.com.

Pada pukul 13.42 waktu New York, kontrak harga emas untuk pengantaran April naik 10 dollar AS atau 0,7 persen menjadi 1.375 dollar AS per troy ounce di Comex, New York. Sebelumnya, kontrak yang sama sempat menyentuh level 1.385,40 dollar AS, tertinggi sejak 13 Januari lalu. Rekor harga emas menembus rekor tertinggi pada 7 Desember di level 1.432,50 dollar AS per troy ounce.

Catatan saja, berdasarkan data yang dirilis Departemen Tenaga Kerja AS, kemarin, indeks harga konsumen AS naik 0,4 persen untuk dua bulan berturut-turut. Kenaikan indeks ini dipicu oleh lonjakan harga bahan makanan ke level tertinggi dalam dua tahun.

Sementara 79 ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi kenaikan sebesar 0,3 persen pada indeks harga konsumen AS. (Barratut Taqiyyah/Kontan)

 
Berita emas PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 19 January 2011 16:23

VIVAnews - Investasi emas menawarkan cara yang sangat baik bagi investor untuk menyimpan kekayaan saat ekonomi sulit. Logam emas jauh lebih stabil dibandingkan dengan investasi jenis lain.

Saat ini harga emas tengah melonjak menyusul kekhawatiran investor terhadap perekonomian Amerika Serikat. Permintaan emas terus meningkat karena investor lebih percaya diri memegang emas daripada uang tunai.

Lihat saja, dalam satu tahun terakhir, harga emas melambung hingga 30 persen. Pada September 2009, harga emas masih di bawah US$1000 per ons (28,35 gram), saat ini telah mendekati US$1.300. Bahkan ini merupakan angka tertinggi sepanjang masa.

Connell Shaun, blogger yang juga investor keuangan menulis tujuh cara berinvestasi di logam mulia ini. Tulisan ini dipublikasikan DoughRoller.net, situs perusahaan manajemen investasi dan keuangan di Amerika Serikat. Mengacu artikel tersebut, VIVANews memformulasikan kembali tips investasi emas disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

1. Emas batangan

Investor yang berinvestasi emas akan memilih emas batangan. Emas batangan dianggap sah bila kemurniannya mencapai 22-24 karat. Di Indonesia, emas batangan bisa dibeli di PT Aneka Tambang Tbk divisi Logam Mulia maupun di Perum Pegadaian. Anda bisa bertransaksi online melalui logammulia.com atau menghubungi nomor telepon 021-299 80 900.

Emas batangan terdiri dari bermacam ukuran, mulai dari 25 gram, 50 gram, 100 gram, dan 1 kilogram. Emas dalam bentuk ini sangat cocok untuk sarana Investasi. Di mana pun kapan pun kita ingin menjualnya, nilainya tetap mengikuti standar international.

2. Emas simpanan
Anda mungkin tidak ingin menyimpan emas fisik di rumah karena risiko pencurian. Karena alasan ini, emas bisa disimpan di safety box di bank maupun yang lain. Atau bila Anda melihat bullionvault.com, perusahaan ini menyediakan transaksi emas sekaligus menyimpannya.

3. Reksa dana emas
Reksa dana emas merupakan cara lain untuk berinvestasi di logam mulia ini. Anda tak perlu benar-benar memegang fisik emas, tapi Anda bisa mengambil manfaatnya.

Reksa dana emas biasanya tidak hanya ditanamkan pada perdagangan emas fisik, tetapi juga melibatkan transaksi saham perusahaan-perusahaan tambang emas. Sebelum menentukan investasi di reksa dana ini, biaya pengelolaan, beban dana, dan nilai aktiva bersih harus dipertimbangkan.

Konsultasikan dulu dengan penasihat keuangan penyedia reksa dana. Reksa dana emas mungkin akan memberikan kestabilan dalam investasi Anda, tapi emas fisik jauh lebih stabil. Namun, di Indonesia, reksa dana emas tampaknya belum cukup populer.

4. Saham pertambangan emas
Investor yang ingin berinvestasi emas tanpa memiliki fisik logam juga dapat memilih jenis ini. Anda bisa membeli saham pada perusahaan pertambangan emas. Investor mengharapkan harga saham perusahaan pertambangan emas naik karena harga emas naik. Namun, dua peristiwa ini tidak selalu kongruen.

Investor dapat menentukan keberhasilan saham dengan memeriksa biaya biaya produksi emas versus harga emas. Jika harga emas adalah US$700 per ons dan biaya untuk memproduksi emas adalah US$300, maka profit margin tambang emas adalah US$400.

Jika harga emas meningkat 10 persen, akan ada peningkatan laba tambang emas itu sekitar 20 persen. Sebaliknya, penurunan harga juga akan menghasilkan penurunan 20 persen. Karena itu, beberapa perusahaan pertambangan emas melindungi investasi mereka dengan lindung nilai harga emas 18 bulan ke depan. Di Indonesia, salah satu emiten di tambang emas adalah PT Aneka Tambang Tbk.

5. ETF emas
Exchange Traded Fund (ETF) merupakan reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek. Anda bisa melakukan transaksi ini dengan reksa dana yang berbasis emas. Sayangnya investasi ETF di Indonesia belum berjalan baik.

6. Emas berjangka
Emas berjangka merupakan cara lain berinvestasi emas tanpa memiliki fisik emas. Jual beli emas membutuhkan kontrak dengan jangka tertentu. Harganya juga dinyatakan dalam kontrak. Jika harga emas pada tanggal kontrak lebih tinggi dari harga emas saat kontrak dibuat, maka investor akan menghasilkan keuntungan. Namun, jika harga lebih rendah, investor akan rugi.

Berinvestasi dalam emas berjangka mungkin merupakan investasi yang berisiko, karena investor harus memprediksi gerak harga emas ke depan.

7. Perhiasan dan koin emas
Koin emas, terutama yang langka, sangat bernilai dalam investasi. Ini bukan hanya karena nilai emasnya tetapi juga karena nilai kelangkaan. Sedangkan perhiasan emas adalah cara umum investasi di logam ini. Perhiasan emas bisa Anda pilih sekaligus sebagai investasi dan gaya hidup.

Sayangnya keuntungan investasi ini sangat sedikit. Sebab ketika Anda membeli perhiasan, uang yang Anda bayarkan terdiri untuk harga emasnya, ongkos pembuatan, desain, dan merk. Sedangkan bila dijual, Anda hanya mendapatkan nilai emasnya saja. (hs)

• VIVAnews

VIVAnews - Berdasarkan data PT Logam Mulia, harga emas kini mencapai level tertinggi sepanjang 2010. Harga emas pada salah satu unit produksi PT Aneka Tambang Tbk itu mencapai Rp382 ribu per gram.

Tingginya harga emas itu seiring melonjaknya harga komoditas itu yang melampaui US$1.300 per ons di pasar internasional. Selain karena meningkatnya permintaan, lonjakan harga emas juga disokong penurunan nilai tukar dolar terhadap sejumlah mata uang dunia.

Emas untuk pengiriman Desember ditutup naik US$2 menjadi US$1.310,93 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga emas diperdagangkan tertinggi pada US$1.314,80, sedangkan terendah US$1.306,10 pada Rabu, 29 September 2010 waktu New York.

Meningkatnya harga emas tersebut diperkirakan dapat mendorong kenaikan pendapatan sejumlah perusahaan tambang yang berbisnis komoditas itu.

Namun, salah satu perusahaan publik yang juga mengeksplorasi tambang emas, PT Aneka Tambang Tbk (Antam), belum dapat memprediksi apakah kenaikan harga emas itu berpotensi meningkatkan pendapatan.

"Selama ini kan kontribusinya masih kecil," kata Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang, Bimo Budi Satriyo, kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 30 September 2010.

Dia menjelaskan, berdasarkan komposisi penjualan Antam hingga semester I-2010, kontribusi dari emas dan perak hasil produksi sendiri mencapai 13 persen, sedangkan melalui perdagangan sekitar 17 persen.

"Terbesar masih feronikel yang mencapai 42 persen, bijih nikel 26 persen, dan bauksit satu persen, serta lainnya satu persen," ujarnya.

Per Juni 2010, Antam mencatatkan laba bersih konsolidasi Rp756,3 miliar. Laba tersebut meningkat 238 persen dari Rp223,8 miliar pada periode sama 2009.

Meski membukukan keuntungan lebih tinggi, nilai penjualan Antam susut justru karena penurunan aktivitas perdagangan logam mulia.

Pada semester I-2010, pendapatan konsolidasi Antam mencapai Rp4,3 triliun, hanya sedikit lebih rendah dari periode sama 2009. Penurunan penjualan disebabkan berkurangnya aktivitas perdagangan logam mulia yang memiliki margin rendah.

Segmen emas Antam yang terdiri atas pendapatan dari emas, perak, dan jasa pemurnian logam mulia memberikan kontribusi 30 persen terhadap total pendapatan Antam selama periode itu, atau sebesar Rp1,3 triliun.

Penyumbang terbesar penjualan Antam pada paruh pertama 2010 itu masih didominasi segmen nikel yang mengontribusi 68 persen.

Menurut manajemen dalam publikasi laporan keuangan per 30 Juni 2010, produksi emas di Pongkor pada semester pertama tahun ini mencapai 1.382 kilogram, atau meningkat dua persen dibanding periode sama 2009.

Produksi di daerah itu selama periode tersebut mencapai 54 persen dari target tahunan 2.580 kilogram. Selain itu, Antam mulai mengoperasikan tambang emas Cibaliung pada akhir Mei. Produksi emas di Cibaliung sebanyak 30 kilogram dengan produksi perak 120 kilogram pada paruh pertama 2010.

Namun, sejalan dengan rendahnya aktivitas perdagangan logam mulia, penjualan emas Antam turun 54 persen menjadi 3.403 kilogram. Manajemen pun memutuskan untuk membatasi aktivitas perdagangan emas sejalan dengan fluktuasi harga emas yang dapat meningkatkan risiko. Penjualan emas pada paruh pertama I-2010 sebanyak 43 persen dari target 7.980 kilogram.

Meski demikian, Satrio melanjutkan, perseroan masih berpotensi untuk mencari tambang-tambang emas baru. "Kalau peluangnya masih besar, kenapa tidak," tuturnya. (hs)

• VIVAnews

Last Updated on Wednesday, 19 January 2011 16:30
 
analisa dan berita PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 19 January 2011 16:20

SURABAYA POST – Lonjakan harga emas dunia hingga level US$1.300 per ons telah membuat komoditas ini kian menarik. Tak sedikit investor memburu emas lantaran berharap harga akan terus meningkat, meski juga tak sedikit yang khawatir level itu hanya dianggap cuma bubble atau gelembung dimana sewaktu-waktu harganya akan jatuh lagi.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pedagang Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Iskandar Husein menilai melambungnya harga emas saat ini tidak bisa dilepaskan dari masih belum stabilnya kondisi ekonomi di negara-negara benua Amerika dan Eropa. Kondisi perbankan masih belum aman dan berisiko besar sehingga banyak investor beralih ke emas.

Menurut dia, harga emas diperkirakan akan terus naik hingga Desember nanti. Meskipun tidak bisa memperkirakan berapa harga maksimal yang bisa ditembus logam mulia ini, namun Iskandar sepakat harga emas kemungkinan akan terus naik dan sulit turun. "Jika tidak naik, harga tetap akan bertahan di kisaran US$1.315 per ons. Di Indonesia, saat ini diperdagangkan di kisaran Rp 350 ribu/gram."

Optimisme bertahannya harga emas di level tertinggi, menurut dia, karena banyak negara besar seperti China yang memupuk  cadangan devisa dalam bentuk emas. Negara-negara ini tentu tidak ingin harga emas jatuh di pasaran. ”Mereka tak mau rugi. Kalau harga turun, mereka langsung umumkan akan beli emas dalam jumlah banyak. Kalau sudah seperti itu, harga emas akan naik lagi,” ungkap Iskandar.

Karena itu, investasi emas dianggap cukup aman, apalagi jika dibandingkan dengan saham. Namun, Iskandar mengingatkan bukan berarti tidak memiliki resiko. Sama seperti investasi properti yang harganya selalu dibilang terus naik, investor emas juga perlu waspada. ”Harga properti seperti tanah memang terus naik. Tapi kalau ada bencana seperti banjir juga tidak bernilai."

Dia memberikan contoh, ketika terjadi krisis, negara seperti China juga akan menggelontor pasar dengan persediaan emas sehingga harga emas bisa rusak. Tetapi turunnya harga emas biasanya tidak berlangsung lama dan cenderung kembali menguat. "Karena itu, investasi dalam bentuk emas lebih cocok untuk investasi jangka panjang, bukan jangka pendek."

Agar bisa untung, Iskandar memberikan tips untuk investasi emas.

Menurut dia, emas batangan lebih menguntungkan untuk berinvestasi dibandingkan emas perhiasan. Nilainya utuh karena tidak menambah biaya desain, tapi memang lebih ribet untuk penyimpanan.

”Bagi mereka yang benar-benar berinvestasi, emas batangan lebih menguntungkan. Kalau bisa yang berat sekaligus antara 50-100 gram karena hitungan per gramnya lebih murah dibandingkan dengan batangan kecil, apalagi dibanding beli emas perhiasan,” ujarnya, Senin (4/10). Selain itu, jika membeli emas batangan kecil, juga dikenai biaya produksi.

Sedangkan, untuk emas perhiasan, harganya memang lebih mahal ketimbang emas batangan. ”Bagi yang modalnya cekak, emas perhiasan juga bisa menjadi pilihan. Apalagi emas perhiasan bisa sekaligus untuk aksesori, bergaya. Kalau yang batangan tidak bisa,” ujar Leo Hadi Loe, Representatif World Gold Council Indonesia.

Laporan: Anggraeni Prajayanti

• VIVAnews

Last Updated on Wednesday, 19 January 2011 16:21
 


Harga Emas 24 jam terakhir NY

[Most Recent Quotes from www.kitco.com]

Kurs USD / Rp

CCY BELI JUAL
USD 11.510,00 11.810,00

 

Waktu

Jaringan Kami

tokomaskranggan.net

click di sini untuk masuk


 

Jln. Magelang  16  Yk. Tlp. 7866508
Jln. P. Diponegoro 45 Yk. Tlp. 555961
Jln. L. Adisucipto 47 Yk. Tlp. 547441
PERAWATAN UNGGULAN

STEM CELL ( PEREMAJAAN KULIT WAJAH)
THREAD LIFT ( TANAM BENANG)